Selasa, 10 Desember 2019

Risiko Kredit dalam Kondisi Politik Indonesia


Kebijakan politik di suatu negara berdampak besar terhadap sektor keuangan dan perekonomian negara. Dalam hal ini, peran pemerintah sangat penting dalam menjaga situasi politik yang kondusif. Namun pada kenyataannya baik keputusan politik maupun perubahan kepemimpinan seringkali menimbulkan perubahan yang berdampak langsung pada ekonomi dan bisnis. 

Apabila kondisi politik tidak menentu maka dapat menimbulkan ketidakpastian dalam ekonomi dan termasuk menimbulkan risiko kredit atau risiko pinjaman bisnis. 

Risiko pinjaman bisnis atau kredit muncul karena debitur tidak dapat membayar semua atau bagian piutang atau tidak dapat membayar sesuai waktu yang telah ditetapkan sehingga dapat menyebabkan kerugian perusahaan. 

Data dari Moody’s Investors Service menyebutkan bahwa pada tahun 2019 risiko kredit akan mengalami peningkatan. Ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang melambat, adanya gejolak pasar, pengetatan likuiditas, dan kenaikan suku bunga. Lesunya pertumbuhan ekonomi ini diperkirakan akan berlanjut sampai 2020. 

Berikut adalah risiko-risiko yang perlu dihindari dalam kondisi politik di Indonesia:

1. Lending Risk

Risiko akibat nasabah tidak dapat membayar fasilitas yang telah diberikan oleh bank, baik fasilitas kredit langsung maupun tidak langsung. 

2. Counterparty Risk

Risiko dimana counterpart tidak dapat melunasi kewajibannya ke bank baik sebalum tanggal kesepakatan maupun paada saat tanggal kesepakatan. 

3. Issuer Risk

Risiko di mana penerbit surat berharga tidak dapat melunasi kepada bank sejumlah nilai surat berharga yang dimiliki bank.

Risiko-risiko tersebut juga tidak dapat dipisahkan dengan risiko lainnya seperti risiko pasar, risiko likuiditas, dan risiko operasional. Artinya risiko pinjaman bisnis dapat terjadi karena terjadinya risiko pasar terlebih dahulu seperti nilai tukar rupiah melemah. Selain itu, risiko pinjaman bisnis juga dapat dipengaruhi akibat terjadi risiko operasional seperti kelalaian petugas bank dalam melaksanakan transaksi jaminan dan pengikatannya. 

Untuk itu, dibutuhkan cara yang profesional untuk menangani risiko-risiko di atas. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan layanan dari Marsh Indonesia. Sebagai broker terpercaya dan profesional, Marsh Indonesia memiliki tim ahli yang berfokus pada asuransi kredit dan memiliki pemahaman terperinci mengenai masalah, pasar asuransi, dan solusi terbaik untuk perusahaan. 

Selain itu, Marsh Indonesia juga memberikan layanan kredit risk management untuk membantu proses identifikasi, mengukur, serta mengelola risiko dengan baik. Kredit risk management yang profesional juga membantu menegosiasikan kebijakan yang sesuai dan dapat menutupi risiko yang akan dihadapi serta menjaga klaim yang dipersengketaan. 

0 komentar:

Posting Komentar

 
;